Manchester United kembali membuat keputusan besar dengan memecat Ruben Amorim di tengah musim 2025/2026. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik yang telah dirangkum oleh FOOTBALLS FUTURE.

Keputusan ini langsung menyita perhatian publik karena datang secara mendadak, hanya beberapa jam setelah sang pelatih menjalani sesi wawancara pascalaga yang penuh emosi. Amorim harus mengakhiri petualangannya di Old Trafford lebih cepat dari rencana awal.
Manajemen klub menilai perubahan di kursi pelatih sebagai langkah yang diperlukan. Posisi Manchester United di klasemen Premier League dinilai belum sesuai target, sementara performa tim belum menunjukkan konsistensi. Situasi internal yang memanas diyakini mempercepat keputusan tersebut.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dengan pemecatan ini, Amorim tercatat sebagai manajer ke-10 yang meninggalkan Manchester United sejak era Sir Alex Ferguson berakhir. Dari total 63 pertandingan, ia hanya mampu mencatatkan 24 kemenangan, catatan yang dinilai belum cukup untuk membawa Setan Merah kembali ke jalur juara.
Keputusan Mendadak yang Mengguncang Old Trafford
Pemecatan Ruben Amorim diumumkan secara resmi oleh klub pada Senin waktu setempat. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa manajemen membutuhkan perubahan cepat demi menjaga peluang finis terbaik di akhir musim. Tekanan besar di internal klub disebut menjadi salah satu faktor utama.
Sebelum pemecatan terjadi, Amorim sempat tampil emosional dalam wawancara pasca pertandingan. Pernyataannya dianggap menantang manajemen dan memperkeruh hubungan yang sudah tegang. Momen itu menjadi titik balik yang menentukan masa depannya di Old Trafford.
Bagi para pendukung, keputusan ini terasa familiar. Manchester United kembali mengulangi pola pergantian manajer di tengah musim, sesuatu yang kerap terjadi dalam satu dekade terakhir. Stabilitas yang diharapkan kembali belum juga terwujud.
Harry Maguire Jadi Pemain Pertama yang Bereaksi

Di tengah keheningan ruang ganti, Harry Maguire justru menjadi pemain pertama Manchester United yang angkat bicara ke publik. Bukan Bruno Fernandes atau Kobbie Mainoo, bek senior itu memilih menyampaikan reaksinya lebih dulu.
Maguire tidak berbicara lewat media atau konferensi pers. Ia memilih cara sederhana dengan mengunggah foto kebersamaannya dengan Amorim di Instagram. Unggahan tersebut langsung menarik perhatian penggemar dan media.
Pesan yang ditulis Maguire singkat, namun penuh makna. Ia mengucapkan terima kasih kepada Amorim dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan sang pelatih. Sikap ini dinilai mencerminkan profesionalisme dan rasa hormat, terlepas dari dinamika yang terjadi di dalam klub.
Pesan Simpel yang Punya Arti Besar
Unggahan Maguire menunjukkan bahwa tidak semua hubungan di balik layar berjalan buruk. Meski Amorim gagal memenuhi ekspektasi, ia tetap meninggalkan kesan positif bagi sebagian pemain. Sebagai pemain yang kerap disorot dan dikritik, Maguire memilih pendekatan dewasa. Ia tidak terlibat spekulasi atau drama, melainkan menampilkan sikap tenang di tengah situasi panas.
Langkah Maguire ini juga bisa dibaca sebagai upaya menjaga harmoni ruang ganti. Dalam masa transisi menuju pelatih baru, sikap pemain senior seperti dirinya sangat penting untuk menjaga stabilitas tim. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footblingthings.com.
