Lamine Yamal Membalas Sindiran Rafael van der Vaart Setelah Spanyol Menang

Bagikan

Lamine Yamal membalas sindiran Rafael van der Vaart yang “menurunkan celananya” setelah membantu Spanyol mengalahkan Belanda di perempat final Liga Bangsa-Bangsa UEFA hari Minggu.

Lamine Yamal Membalas Sindiran Rafael van der Vaart Setelah Spanyol Menang

Yamal mencetak gol ketiga Spanyol dalam hasil imbang 3-3 di stadion Mestalla Valencia, dengan La Roja kemudian menang melalui adu penalti dan melaju ke semifinal melawan Prancis pada bulan Juni. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi mengenai sepak bola menarik lainnya hanya klik FOOTBALLS FUTURE.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Yamal Balas Sindiran Pedas

Lamine Yamal, pemain muda berbakat dari Spanyol, baru-baru ini jadi sorotan nih. Bukan cuma karena skillnya di lapangan, tapi juga karena caranya membalas sindiran dari Rafael van der Vaart, mantan pemain internasional Belanda. Ceritanya bermula setelah Spanyol berhasil mengalahkan Belanda di perempat final Liga Bangsa-Bangsa UEFA lewat adu penalti yang mendebarkan.

Yamal, yang masih berusia 17 tahun, ikut menyumbang gol dalam pertandingan yang berakhir imbang 3-3. Sayangnya, dia gagal mengeksekusi penalti saat adu penalti, tapi semangatnya nggak luntur. Setelah pertandingan, Yamal langsung menggunakan media sosial untuk membalas komentar pedas dari Van der Vaart yang mengkritik penampilannya dan gaya berpakaiannya.

Dengan nada bercanda, Yamal menulis di Instagram, “Celana pendek turun, gol, penalti gagal, dan MASUK KE SEMIFINAL, AYO SPANYOL!”. Postingan itu juga menyertakan foto dirinya dengan ekspresi kemenangan, serta foto Van der Vaart seolah-olah menjadi bahan candaan. Balasan Yamal ini menunjukkan bahwa dia nggak gentar menghadapi kritikan, bahkan dari pemain yang lebih senior.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Van der Vaart Kritik Pedas yang Jadi Bumerang

Sebelumnya, Van der Vaart memang sempat melontarkan komentar yang cukup pedas tentang Yamal. Dia bilang, “Saya melihat hal-hal yang mulai sedikit mengganggu saya. Celananya sedikit lebih rendah, tidak berusaha keras, gerakannya sedikit dangkal.” Van der Vaart juga menambahkan bahwa pemain muda seperti Yamal seharusnya lebih menghargai setiap menit yang didapatnya untuk membela Spanyol dan membuktikan diri di setiap pertandingan.

Komentar ini jelas membuat Yamal merasa terusik. Sebagai pemain muda yang sedang naik daun, Yamal tentu ingin menunjukkan yang terbaik dan membuktikan bahwa dia layak mendapat tempat di tim nasional. Balasan Yamal di media sosial bisa dibilang sebagai bentuk pembelaan diri dan sekaligus menunjukkan bahwa dia tidak peduli dengan omongan orang yang meremehkannya.

Reaksi Yamal ini juga mendapat dukungan dari banyak penggemar dan rekan setimnya. Mereka memuji keberaniannya dalam menghadapi kritikan dan tetap fokus memberikan yang terbaik untuk tim. Kejadian ini semakin membuktikan bahwa Yamal bukan hanya pemain berbakat, tapi juga punya mental yang kuat.

Baca Juga: Manchester United Tahan Ipswich Town dengan 10 Pemain

Mental Baja Yamal Tak Gentar Hadapi Tekanan

Ini bukan pertama kalinya Yamal menunjukkan mental bajanya. Sebelumnya, dia juga pernah membalas komentar pedas dari Adrien Rabiot setelah menyingkirkan Prancis dari Kejuaraan Eropa. Saat itu, Yamal mengatakan kepada Rabiot untuk “berbicara sekarang” dan “skakmat” setelah pertandingan.

Keberanian Yamal dalam menghadapi tekanan dan kritikan ini patut diacungi jempol. Di usia yang masih sangat muda, dia sudah mampu menunjukkan kematangan dan kepercayaan diri yang luar biasa. Hal ini tentu menjadi modal penting bagi perkembangan kariernya di masa depan.

Pedri, rekan setim Yamal di Barcelona, juga mengakui ketenangan dan kepercayaan diri Yamal. Dia mengatakan bahwa Yamal tidak terpengaruh oleh tekanan dan selalu bermain dengan tenang dan mudah. Pedri juga menambahkan bahwa Yamal adalah pemain yang harus dijaga dan dinikmati permainannya.

Fokus ke Depan Barcelona Menanti

Setelah pertandingan melawan Belanda, Yamal dan Pedri harus segera kembali ke Barcelona untuk menghadapi pertandingan LaLiga melawan Osasuna. Pertandingan ini sangat penting karena bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar juara. Barcelona saat ini berada di puncak klasemen bersama Real Madrid, hanya unggul beberapa poin dari rival-rivalnya.

Meski merasa sedikit lelah, Pedri menegaskan bahwa mereka akan memberikan segalanya untuk memenangkan LaLiga. Namun, Barcelona kemungkinan tidak akan diperkuat beberapa pemain kunci seperti Ronald Araújo dan Raphinha yang harus membela tim nasional masing-masing.

Dengan jadwal yang padat dan tekanan yang tinggi, Yamal dan rekan-rekan setimnya harus tetap fokus dan menjaga kondisi fisik serta mental. Dukungan dari para penggemar tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita sepak bola terupdate lainnya hanya dengan klik goalkeeperkitdirect.com.